Daftar Buku Segera Terbit :
- Resep Awet Muda
- Peluang Usaha Tanpa Modal - Syariah Aktual - Jangan Stres Jadi Karyawan |
|
|
RUKUN TAAT 
Penulis : Ali Abdul Halim Mahmud
Kategori : Segera Terbit
192 hlm. 21 x 14,5 cm
Rp. - |
|
|
FIQIH DAKWAH REVISI 
Penulis : Jum'ah Amin Abdul Aziz
Kategori : Segera Terbit
412 hlm. 15,5 x 23 cm
Rp. 58.900,- |
|
|
KEAKHWATAN 1 REVISI 
Penulis : Cahyadi Takariawan, dkk
Kategori : Segera Terbit
274 hlm. 12 x 19,5 cm
Rp. 35.900,- |
|
|
CARA PRAKTIS MENGELOLA PERPUSTAKAAN 
Penulis : Sugijanto - Yuni Indarti
Kategori : Buku Baru
128 hlm. 21 x 14,5 cm
Rp. 22.500, - |
|
|
TEGAR di JALAN DAKWAH 
Penulis : Cahyadi Takariawan
Kategori : Buku Baru
256 hlm. 23 x 15,5 cm
Rp. 39.500, -
|
|
|
MENYONGSONG MIHWAR DAULAH

Penulis : Cahyadi Takariawan
Kategori : Buku
Baru
224 hlm. 23 x 15,5 cm
Rp. 38.500, -
Stok : Ada |
|
|
MENGAPA ISLAM TAK TERTANDINGI 
Penulis : M. Djamaluddin Dimjati
Kategori : Buku
Baru
210 hlm. 21 cm x14,8 cm
Rp. 28.500, -
Stok : Ada |
|
Jihad Menurut Syahid Qutb
Sayyid Qutb, pengarang tafsir Fi dzilali al Qur’an dan buku Ma’alim fit thariq menentang keras pendapat sebagian ulama yang menyatakan bahwa jihad bersifat defensif. Qutb menekankan bahwa jihad fisik itu dilakukan bila dakwah Islam dirintangi. Bila dakwah atau jihad dengan lisan tidak dirintangi, maka jihad dengan lisan itulah yang dilakukan. Jihad dengan lisan dan penjelasan akan mudah dilakukan jika saja antara manusia dan dakwah ini tidak ada aral yang merintanginya, kebebasan dakwah terjamin dan merekapun terlepas dari tekanan eksternal. [...selengkapnya]
Berusaha Menyatukan Kepahaman (Syarah Usul)
Oleh kerana Al-Imam as-syahid begitu mengambil berat dalam menyatukan
kefahaman di antara umat Islam dan supaya terhindar dari setiap perkara yang menimbulkan kesukaran dalam memahami lafaz, perselisihan atau perpecahan, kita dapati apabila beliau bercakap tentang nasionalisma, sufi, salafi dan sebagainya, beliau
akan sentiasa mengatakan: “Jika yang dimaksudkan dengan nasionalisma itu begitu dan
begini, maka kami bersama dengan nasionalisma. Tetapi jika di
makna yang lain dari itu, kami tidak bersamanya sama sekali”. Kita tidak pernah
mendengar beliau menghentam mana-mana jamaah secara terus tanpa membataskanmaksudkan dengan
maksudnya terlebih dahulu. Jadi beliau mengembalikan kita kepada “hakikat sesuatu
perkara”, maka dengan itu jelaslah makna yang dimaksudkan dan dapat
menyempitkan jurang perselisihan. [...selengkapnya]
Risalah Pergerakan -Dakwah Kami-
KETERUS-TERANGAN Kami ingin berterus-terang kepada semua orang tentang tujuan kami, memaparkan di hadapan mereka metode kami, dan membimbing mereka menuju dakwah kami. Di sini tidak ada yang remang-remang. Semuanya terang. Bahkan lebih terang dari sinar mentari, lebih jelas dari cahaya fajar, dan lebih benderang dari putihnya siang. [...selengkapnya]
TARBIYAH RUHIYAH, Judul: KENDALA IBADAH
Dan tidak Aku ciptakan jin dan insan,melainkan supaya mereka beribadah (mengabdi) kepada-Ku. (Al-Qur'an AdzDzariyaat:56)
Ayat singkat di atas, sudah sangat kita kenal, dan sangat populer.
Mungkin sudah lebih dari puluhan kali ayat ini dikutip dalam pelbagai
diskusi di IsNet. Kali ini saya hanya ingin me-review kembali ma'na
kata "ibadah" yang merupakan inti ayat di atas. Istilah ibadah berasal dari kata "'abdun" yang bermakna abdi, hamba atau pelayan. Berdasarkan etimologi Islam, maka ibadah berarti suatu
ketundukan, ketaatan atau penyerahan-diri secara mutlak sebagai wujud
dari penghambaan dan pengabdian diri pada ALlah SWT. Ibadah adalah
mengikuti seluruh hukum-hukum ALlah secara total dan utuh sepanjang
hidup. Mengikuti segala apa yang diperintahkan dan menjauhi segala apa
yang dilarang-Nya. [...selengkapnya]
Tarbiyah Akhwat: Memotivasi diri untuk Semangat Berdakwah
Tausiyah ini sebenarnya bukan hanya untuk akhwat saja tetapi bisa juga untuk ikhwan karena ikhwan dan akhwat sama-sama punya kewajiban untuk berdakwah dan keduanya sama-sama punya peluang untuk mengendor semangat dakwahnya. Kalau ditinjau dari segi akhwat, seorang muslimah memang seharusnya punya double power power karena selain menjalankan perannya sebagai anak, ibu atau istri, dia juga harus beraktifitas dalam dunia dakwah. Bagaimana caranya untuk memotivasi diri supaya tetap bersemangat dalam dakwah?
Tarbiyah Akhwat: Memotivasi diri untuk Semangat Berdakwah
Ustz. Herlin Amran MA
Status apapun yang telah disandang oleh seorang muslimah, baik sebagai seorang anak, ibu atau istri maka aktifitasnya dalam dunia dakwah sudah menjadi suatu keniscayaan. Sebab dakwah ilallah adalah kewajiban yang telah telah dipikul sejak masa Rasulullah saw. sampai saat ini. Bahkan musliman di masi itu ikut andil dalam memikul beban dakwah.
Mereka sadar bahwa mereka mempunyai kewajiban melaksanakan kewajiban untuk melaksanakan dakwah sesuai dengan tabiat dan kemampuannya. Mereka memahami betul makna dakwah dan berbagai tuntutannya, bahwa dakwah tidah hanya ceramah-ceramah yang disampaikan kepada manusia tapi tugas yang lain diabaikan. Dakwah bagi mereka adalah tabligh, amal dan sekaligus jihad fi sabilillah di medan perang ketika situasi memang mengharuskannya. Pemahaman dakwah seperti inilah yang kita ingin hadirkan kembali.[...selengkapnya]
Makna Tarbiyah dan Liqo'
Untuk mengetahui lebih jauh makna Tarbiyah dan Liqo` berikut ini sebuah penjelasan dari Syariah Online. Secara bahasa Tarbiyah itu maknannya adalah pendidikan atau pembinaan dan liqo` artinya pertemuan. Selain dua istilah itu ada lagi istilah lainnya ang terkait kuat yaitu halaqah. Secara istilah halaqah berarti pengajian imana orang-orang yang ikut dalam pengajian itu duduk melingkar.[...selengkapnya]
Tegar Di Jalan Dakwah
Buku Tegar di Jalan Dakwah ini membahas empat hal besar yang masing-masing dijelaskan dalam bab tersendiri: problematika internal aktivis dakwah, problematika eksternal dakwah, daya tahan di medan dakwah, dan yang tegar di jalan dakwah. Meskipun judulnya problematika, bab 1 dan bab 2 juga mencantumkan solusi pada setiap problematika yang muncul. Solusi pada bab 1 lebih detail dan bersifat aplikatif karena menyangkut permasalahan internal kader, sementara solusi pada bab 2 lebih bersifat global terkait langkah apa yang perlu diambil oleh jamaah dakwah. Bab 3 berisi langkah-langkah sistematis “membangun” dan “menjaga” daya tahan di medan dakwah. Sedangkan bab 4 banyak berisi contoh-contoh dai atau jamaah dakwah yang tegar menghadapi beragam mihnah.
Problematika Internal Aktivis Dakwah
Pembahasan probelmatika internal lebih didahulukan dari pada pembahasan problematika eksternal karena problem terberat bagi semua jamaah dakwah adalah kendala internal. Ketika problematika internal sudah diselesaikan/dikelola dengan baik, maka amanah dakwah lebih mudah ditunaikan dan problematika eksternal lebih mudah diselesaikan.[...selengkapnya]
|